KH. Ali
Imron atau yang akrab dengan panggilan “Pak Haji” adalah sosok yang responsif
dengan persoalan umat, sosok yang tawadhu, bersahaja, arif dan bijaksana. Lahir
pada hari Rabu tanggal 15 Oktober 1936. Wafat pada hari Senin 28 Rabiul Tsani
1426 H. bertepatan dengan tanggal 06 Juni 2005 M. pukul 16.30 WIB. adalah
putera ke empat dari Sembilan bersaudara dari pasangan Mama KH. Muhammad Faqih
bin H. Muhammad Salim dan Hj. Maryamah bin H. Abdul Ghofur.
Dari
pernikahan dengan Hj. Ido Hamidah binti Ruhiyat dikaruniai tujuh putera dan
empat puteri.
- H. Ahamad
Faisal Imron menikah dengan N. Lia Nursyamsyiah, dikaruniai anak: Shirat al
Mustaqim, Shidrat al Muntaha dan Fahri Maulana Hidir.
- H. Ahmad
Fawzi Imron menikah dengan Hj. Siti Nur Solehah, dikaruniai anak: Fatiha Inayah
Faiza, Nawal Sania, Al Fath Fadlan Maulana dan Abdurrahman Fawaid.
- H. Ahmad
Luthfi Imron, S.H., M.M.Pd.
- H. Ahmad
Fahmy Mubarok menikah dengan Lilik Kartini Darojatun Najah, S.Pd.
- Hj. N. Elly
Alawiyah menikah dengan H. Abdul Aziz, MA. Dikaruniai anak: Sabiq Fawaiz Ali,
Gifar Fadlan Ashary dan Muhammad Ghaitsan Robbani.
- Alm. Ahmad
Maki.
- H. Ahmad
Fuad Ruhiyat.
- Hj.
Nuraisyah.
- Hj. Zia
Mahmudah.
- Hj. Ema Siti
Maryamah.
- Alm. Ahmad
Win.

Setelah
mengenyam pendidikan SR (Sekolah Rakyat) di Lemburawi, pada tahun 1948, “Pak
Haji” atau pada waktu kecil lebih akrab dengan panggilan Aceng, meneruskan
sekolah serta mondok di Pondok Pesantren Gunung Puyuh Sukabumi selama 3 tahun
dan mengikuti Pesantren Kilat (Pasaran) di beberapa Pesantren ternama di Sukabumi,
Cianjur dan Bogor. Selepas dari Gunung Puyuh, meneruskan mondok serta
melanjutkan sekolah di Pondok Pesantren Al-Islamiyah Menes Pandeglang Banten.
Pada tahun 1951-1952 pernah tercatat sebagai salah satu Mahasiswa di Lembaga
Bahasa Asing di Cikini Jakarta dan pada tahun 1952-1963 mondok di Pesantren
Cintawana. Sewaktu mondok di Cintawana beliau ditugaskan oleh gurunya (Alm. KH.
Ishak Farid) untuk Study Banding ke beberapa Pondok Pesantren di Jawa Tengah,
Jawa Timur serta Madura. Setelah pulang dari Study Banding, di Pondok Pesantren
Cintawana pengajian santri diterapkan system klasikal.
Perjalanan
Karir
- Tahun 1958 mendirikan
Majelis Wajib Belajar sebagai cikal bakal berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Baitul
Arqom.
- Tahun 1967 mendirikan
Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun sebagai cikal bakal berdirinya MTs dan MA
Baitul Arqom.
- Tahun 1967 mendirikan
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Filial (Kelas Jauh) IAIN Sunan Gunung Djati
Bandung.
- Tahun 1986 mendirikan
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Baitul Arqom.
- Tahun 1998
tepatnya tanggal 28 April mendirikan Pondok Pesantren Al-Istiqomah.
Pengalaman
Organisasi
- Tahun 1967
Ketua GP Ansor Kecamatan Pacet
- Tahun 1970
Ketua MWC NU Kecamatan Pacet
- Tahun 1972
Pengurus Cabang NU Kabupaten Bandung
- Tahun 1979
Katib Syuriah NU Propinsi Jawa Barat
- Tahun
1989-1999 Rois Syuriah NU Kabupaten Bandung
- Tahun 1991
Duta BKKBN dari Indonesia bersama lima kiyai, ke lima Negara Timur Tengah
(Tunisia, Yordania, Mesir, Saudi Arabia dan Maroko) dan kunjungan ke dua Negara
Eropa (Italia Dan Belanda)
- Tahun
1991-1995 Ketua MUI Kabupaten Bandung
- Tahun
1991-2001 Wakil Rois Syuriah NU Propinsi Jawa Barat
- Tahun
1999-2004 Mustasyar PCNU Kabupaten Bandung
- Tahun
1999-2004 Wakil Katib Idaroh Jamiyyah Ahlith Thariqoh Al-Mu’tabarah
An-Nahdliyah
- Tahun
2001-2006 Mustasyar PWNU Propinsi Jawa Barat
Silsilah Keturunan
KH. Ali Imron
Bin
Mama KH. Muhammad Faqih
Bin
H. Muhammad Salim
Bin
KH. Muhammad Yamin
Bin
Sembah Dalem Jibja Manggala
Bin
Sembah Dalem Jibja Yuda
Bin
Sembah Dalem Rd. Keta Manggala Anom
Bin
Sembah Dalem Raden Keta Manggala
Bin
Sembah Dalem Ngebeui Suradireja
Bin
Sembah Dalem Astra Yuda
Bin
Sembah Dalem Astra Wiguna
Bin
Sembah Dalem Jambu Dipa
Bin
Sembah Dalem Raden KH. Muhammad Sholeh
Bin
Sembah Dalem Jambu Dipa
Bin
Sembah Dalem Singa Dipa
Bin
Sembah Dalem Adipati Anom Arya Dwi Wangga
Bin
Sembah Dalem Adipati Arya Dwi Wangga
Bin
Kanjeng Syekh Sulton Syarif Hidayatulloh